Yang menarik, praktik penyadapan tersebut diketahui dan mendapat izin dari pemerintahan Perdana Menteri Stephen Harper. Dokumen rahasia mengenai informasi penyadapan tersebut dilaporkan secara eksklusif oleh media setempat, CBC News, Kamis (28/11/2013).
Dalam dokumen bercap 'Top Secret' tersebut, disebutkan bahwa Kedutaan Besar AS di Ottawa beralih fungsi menjadi pusat komando dalam operasi penyadapan yang dilakukan NSA. Operasi penyadapan tersebut berlangsung selama 6 hari, saat Presiden Barack Obama dan 25 kepala negara lainnya, salah satunya Presiden SBY berada di Kanada menghadiri pertemuan G8 dan G20 pada Juni 2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokumen rahasia tersebut tidak menyebutkan secara detail pihak ataupun target penyadapan dan spionase NSA, saat itu. Namun disebutkan secara jelas bahwa rencana spionase dan penyadapan di pertemuan Toronto ini sudah didiskusikan secara intens dengan otoritas Kanada sebagai partner.
Yang dimaksud dengan partner tersebut lebih tepatnya adalah Communications Security Establishment Canada (CSEC). NSA dan CSEC mengumpulkan informasi intelijen asing dengan menyadap telepon dan meretas sistem komputer di seluruh dunia. Dokumen tersebut juga menyebut bahwa intelijen AS dan Kanada bersama dengan intelijen Inggris bekerja sama dalam operasi penyadapan telepon dan email para politisi dan diplomat asing saat digelarnya pertemuan G20 di London tahun 2009 lalu.
Dokumen rahasia NSA yang bocor itu juga memuat data lengkap seluruh agenda utama pada pertemuan G20 di Toronto, saat itu. Hal ini bisa jadi karena pertemuan G20 tersebut memiliki banyak agenda yang sangat menarik perhatian NSA serta Kanada.
Menanggapi laporan ini, juru bicara PM Stephen Harper, Jason MacDonald enggan berkomentar banyak. "Kami tidak mengomentari hal semacam itu, terutama yang berkaitan dengan keamanan nasional," ucapnya.
(nvc/nwk)











































