Dinas Keamanan Internal Israel atau yang biasa disebut Shin Bet dalam pernyataannya membenarkan insiden penembakan tersebut. Menurut Shin Bet, dua tentara khusus menembak mati dua anggota militan setempat. Keduanya ditembak saat akan ditangkap.
"Menembak mati dua anggota jaringan jihad Salafi yang aktif di wilayah tersebut dan merencanakan serangan," demikian pernyataan Shin Bet seperti dilansir AFP, Rabu (27/11/2013).
Koresponden AFP menuturkan, tentara Israel memblokir wilayah Hebron, Tepi Barat guna memburu seorang anggota militan lainnya. Anggota militan ketiga awalnya berada di dalam satu mobil dengan dua militan lainnya, namun dia berhasil melarikan diri sebelum akhirnya ditembak mati.
Militer Israel kembali mengeluarkan pernyataan soal kematian anggota militan ketiga. "Seorang teroris terlibat baku tembak dengan tentara keamanan, mengakibatkan kematiannya," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Warga setempat menyebutkan tiga nama militan yang tewas, yakni Mahmud Khaled Najjar, Moussa Abdelmajid dan Mohamed Neirukh. Semuanya disebutkan masih berusia sekitar 20-an tahun dan berstatus mahasiswa.
Dalam pernyataannya, Shin Bet menuturkan, tentara Israel menemukan dua buah pistol dan sejumlah peledak di dalam mobil, yang tadinya ditumpangi oleh ketiga militan tersebut. Ketiga militan tersebut diyakini merencanakan serangan terhadap Israel dan juga otoritas Palestina.
(nvc/ita)











































