PRT Indonesia Ditangkap Polisi Singapura Terkait Temuan Bayi

PRT Indonesia Ditangkap Polisi Singapura Terkait Temuan Bayi

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 26 Nov 2013 12:19 WIB
PRT Indonesia Ditangkap Polisi Singapura Terkait Temuan Bayi
Kompleks rumah majikan si PRT (Straits Times)
Singapura -

Seorang pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia ditangkap kepolisian Singapura. Penangkapan ini terkait kasus temuan bayi yang baru lahir di rumah majikannya.

PRT bernama Yanti ini menemukan bayi perempuan di teras rumah majikannya yang ada di dekat kawasan Sixth Avenue, pada Jumat (22/11) malam. Saat ditemukan bayi tersebut terbungkus handuk dan masih memiliki tali pusar yang melekat di perutnya.

Majikan PRT ini menuturkan, bayi tersebut ditinggalkan begitu saja di luar rumahnya dan kemudian ditemukan PRT-nya saat keluar rumah untuk membuang sampah. PRT tersebut lalu membawa masuk bayi tersebut ke dalam rumah dan memberitahu majikannya yang laki-laki.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sang majikan kemudian menghubungi polisi terkait temuan tersebut. "Saya tidak tahu mengapa bayi itu ditinggalkan di sana," ucap sang majikan perempuan, seperti dilansir Asia One, Selasa (26/11/2013).

Namun kemudian si PRT yang berusia 30 tahun malah ditangkap polisi. Tidak dijelaskan lebih lanjut keterlibatan si PRT dalam kasus ini. Kepolisian setempat menuturkan, kasus ini diselidiki sebagai penelantaran anak dan penyelidikannya masih terus berlanjut.

PRT yang ditangkap tersebut diketahui sudah bekerja pada majikannya selama lebih dari 2 tahun terakhir. Majikannya merupakan pasangan suami-istri bermarga Yeo yang sama-sama sudah pensiun.

Bayi perempuan tersebut dibawa ke rumah sakit setempat untuk diperiksa. Hasilnya menunjukkan bahwa bayi tersebut dalam kondisi sehat dan tidak mengalami luka apapun.

Tetangga sang majikan yang hanya ingin disebut Selvarajah menuturkan dirinya tidak melihat orang yang membawa bayi tersebut. Wanita berusia 72 tahun ini mengaku dirinya terbangun ketika polisi mendatangi rumahnya untuk meminta keterangan soal insiden tersebut.

(nvc/ita)


Berita Terkait