Otoritas Bea Cukai Australia menemukan modus terbaru yang digunakan para jaringan sindikat narkoba internasional. Sindikat tersebut menggunakan anak-anak remaja yang masih duduk di bangku sekolah sebagai kurir narkoba.
Bahkan dua remaja di Sydney akan segera menjalani persidangan atas dakwaan pengedaran narkoba. Modus semacam ini telah diberitahukan kepada orang tua maupun kepala sekolah sebagian besar sekolah di Sydney.
Dinas Penjaga Perbatasan dan Bea Cukai Australia mengungkapkan, banyak pelajar di Sydney yang dibayar untuk menerima paket berisi narkoba. Kebanyakan paket narkoba semacam itu dikirimkan dari China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua pelajar setempat akan segera disidangkan, sedangkan sejumlah pelajar lainnya masih diinterogasi oleh aparat setempat. Demikian seperti dilaporkan ABC News dan dilansir Bernama, Senin (25/11/2013).
Direktur Bea Cukai Wilayah New South Wales, Tim Fitzgerald menuturkan bahwa awalnya, paket yang dikirim adalah paket biasa dan tidak berbahaya. Namun semakin lama, paket yang dikirim mulai disusupi narkoba.
"Awalnya mereka mendapatkan barang-barang umum di dalamnya, seperti helm sepeda, lampu LED dan sepatu, namun barang-barang tersebut hanya sebagai pendahulu sebelum akhirnya dikirimkan barang-barang berisi ephedrine," jelas Fitzgerald.
"Janji yang diberikan kelompok sindikat kepada pelajar-pelajar tersebut dalam banyak kasus adalah karena usianya, mereka tidak tidak akan diadili secara hukum dan itu sepenuhnya tidak benar," imbuhnya.
Pihak bea cukai menuturkan, pihaknya pernah menyita sebuah paket yang berisi 4 kilogram ephedrine yang ditaksir bernilai Aus$ 250 ribu atau setara Rp 2,6 miliar di pasaran. Ephedrine atau bisa disebut juga efedrina merupakan narkoba berbentuk kristal yang bisa digunakan sebagai obat darah rendah.
(nvc/ita)










































