Ledakan bom ini terjadi di Saadiyah, kota di wilayah Diyala yang kerap dilanda konflik. Demikian disampaikan pejabat kepolisian dan dokter seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (21/11/2013).
Bom meledak sekitar sore wkatu setempat di areal pasar yang berada di kawasan yang penduduknya kebanyakan warga Fayli atau Kurdi Syiah.
Ledakan bom ini terjadi sehari setelah serangkaian kekerasan di Irak, termasuk serangan-serangan bom beruntun di Baghdad, yang menewaskan 59 orang. Lebih dari 100 orang luka-luka dalam rentetan pengeboman pada Rabu, 20 November itu.
Serangan-serangan militan terus meningkat di Irak belakangan ini. Peningkatan ini terjadi hanya beberapa bulan menjelang pemilihan umum di negeri itu. Pemerintah Irak pun telah meminta bantuan internasional dalam memerangi serangan-serangan militan di negeri itu.
(ita/nrl)











































