Serangan pesawat tak berawak milik Amerika Serikat menewaskan 6 orang di Pakistan. Serangan ini tergolong langka karena dilakukan di luar wilayah yang dicurigai menjadi markas militan setempat, terutama Taliban.
Serangan rudal ini menargetkan sebuah seminar keagamaan di distrik Hangu, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa. Acara tersebut dilaporkan digelar oleh jaringan militan Haqqani, yang disebut-sebut bertanggung jawab atas serangkaian serangan mematikan di Afghanistan.
Serangan ini menuai kemarahan pemerintah Pakistan. Menteri Dalam Negeri Pakistan menuding AS sengaja menyabotase upaya perdamaian yang tengah dijalin pemerintah dengan Taliban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pejabat keamanan setempat mengidentifikasi dua dari enam korban tewas sebagai Mufti Ahmad Jan dan Mufti Hameedullah. Keduanya dikenal sebagai anggota jaringan militan Haqqani.
Serangan ini disebut langka karena terjadi di luar wilayah berkonflik di Pakistan, yang memang kerap menjadi markas kelompok militan setempat. Serangan ini merupakan yang pertama kali terjadi di distrik Khyber Pakhtunkhwa. Serangan di luar wilayah konflik sebelumnya terjadi di distrik Bannu, yang juga dikenal sebagai wilayah tapal batas.
Sudah sejak lama AS menginginkan agar Pakistan menindak tegas jaringan Haqqani yang kerap menyerang tentara NATO yang dipimpin AS di Afghanistan. Salah satu serangan mematikan yang dilakukan jaringan Haqqani adalah serangan di kedutaan besar AS di Kabul, Afghanistan pada tahun 2011 lalu.
Beberapa waktu sebelumnya, pejabat AS bahkan menuding badan intelijen Pakistan terlibat dalam jaringan Haqqani, yang banyak bermarkas di wilayah-wilayah berkonflik, terutama di perbatasan Pakistan-Afghanistan.
Serangan pesawat tak berawak AS ini merupakan yang pertama dilakukan sejak pemimpin Taliban di Pakistan, Hakimullah Mehsud tewas akibat serangan AS di Waziristan Utara pada 1 November lalu. Diperkirakan serangan ini akan semakin meningkatkan ketegangan antara AS dengan Pakistan terkait penggunaan pesawat tanpa awak AS, yang disebut-sebut banyak memakan korban warga sipil.
(nvc/ita)










































