Bentrokan kembali terjadi antara polisi Mesir dengan pendukung presiden terguling Mohamed Morsi. Kali ini bentrokan yang terjadi di Universitas Al-Azhar, Kairo ini menewaskan seorang mahasiswa setempat.
Seperti dilansir Reuters, Kamis (21/11/2013), polisi dan tentara Mesir menyerbu masuk ke dalam kompleks universitas pada Rabu (20/11) malam waktu setempat. Mereka sengaja dikerahkan untuk mengawal para mahasiswa yang berunjuk rasa dengan melakukan aksi bakar pohon di dekat asrama yang ada di dalam kampus.
Saat polisi berusaha mengendalikan mereka, salah satu mahasiswa terkena tembakan peringatan yang dilepaskan polisi. Tembakan tersebut mengenai bagian vital si mahasiswa dan menewaskannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika saya masuk ke dalam ambulans untuk memeriksa mahasiswa tersebut, saya melihatnya mengalami pendarahan dan akhirnya meninggal dunia karena luka-lukanya. Dia terkena tembakan peringatan di bagian dada hingga ke lehernya," jelas al-Morsy.
Mahasiswa yang tewas diketahui merupakan mahasiswa jurusan kedokteran bernama Abdel Ghany Mohamde Hamouda. Tahun ini merupakan tahun keenam mahasiswa tersebut kuliah di Al-Azhar.
Media setempat, al-Ahram dan kantor berita MENA melaporkan bahwa para mahasiswa melakukan pembakaran di dekat asrama mereka. Aparat setempat masuk ke dalam kampus bersama petugas pemadam untuk memadamkan kebakaran tersebut.
Sebanyak 17 mahasiswa ditangkap karena dituding memprovokasi kerusuhan di dalam kampus. Mereka memblokir pintu masuk dan menempatkan pembatas agar aparat polisi tidak bisa masuk. Aparat pun terpaksa melepas tembakan gas air mata untuk mengendalikan para mahasiswa tersebut.
Β
Mereka juga dilaporkan melemparkan batu-batu dan batu bata ke arah polisi dan tentara yang berusaha mengamankan mereka.
(nvc/ita)











































