Pihak keluarga dan kolega mereka mencibir hubungan tersebut. Bahkan atas kasus ini, sang dokter, Judith Ames diskorsing dan tak bisa melakukan praktek kedokterannya.
Namun Owens dan tunangannya, Ames bersikeras bahwa hal ini di luar kendali mereka. "Ini kisah cinta. Kami jatuh cinta," kata Owens kepada Daily Mail, Senin (18/11/2013).
"Kami tak bisa mencegahnya -- ini terjadi begitu saja. Kami langsung klik dan satu-satunya penyesalan saya adalah itu semua terjadi begitu cepat. Tidak memberikan waktu bagi yang lainnya di keluarga untuk berduka. Saya sesalkan hal itu tapi memang seperti itulah adanya," tutur pria berumur 66 tahun itu.
Ditegaskan Owens, tak ada yang terjadi antara dirinya dan sang dokter berumur 52 tahun tersebut sebelum istrinya meninggal akibat kanker paru-paru. Dr Ames-lah yang merawat istri Owens selama beberapa minggu terakhir sebelum kematiannya.
Menurut Owens, mendiang istrinya, Joyce telah ditangani dengan sangat baik oleh Dr Ames. "Joyce telah mendapatkan penanganan yang sangat baik selama sakitnya hingga akhir," tutur Owens.
Namun panel disipliner kedokteran Inggris, British Medical Practitioners Tribunal Service berpandangan lain atas kisah cinta ini. Mereka pun melarang Dr Ames praktek selama 6 bulan.
"Anda menyalahgunakan kekuasaan Anda dalam hubungan dokter-pasien," demikian putusan panel disipliner tersebut seraya menambahkan Dr Ames telah merusak kepercayaan publik dan lebih mementingkan hasrat seks untuk berhubungan dengan Owens dibandingkan pertimbangan lain.
"Perilaku Anda sangat jauh di bawah standar yang diharapkan dari seorang praktisi medis," tandas panel tersebut.
(ita/nrl)











































