Kelakuan Secret Service Saat Tugas di Luar Negeri, Sewa PSK Hingga Selingkuh

Kelakuan Secret Service Saat Tugas di Luar Negeri, Sewa PSK Hingga Selingkuh

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 16 Nov 2013 16:36 WIB
Kelakuan Secret Service Saat Tugas di Luar Negeri, Sewa PSK Hingga Selingkuh
Ilustrasi
Washington - Skandal yang menjerat agen Secret Service yang bertugas mengamankan Presiden Amerika Serikat tampaknya tak pernah habis. Kali ini muncul laporan bahwa mereka setidaknya terlibat banyak pelanggaran di sekitar 17 negara dalam beberapa tahun terakhir.

Kebanyakan pelanggaran tersebut berkaitan dengan isu seks, mulai dari selingkuh, mengunjungi rumah bordil hingga menggunakan jasa prostitusi atau pekerja seks komersial (PSK) di sela-sela tugasnya mengawal presiden saat berkunjung ke luar negeri. Demikian seperti dilaporkan The Washington Post dan dilansir AFP, Sabtu (16/11/2013).

The Washington Post menyebut informasi tersebut dikutip dari seorang anggota komite Senat AS bernama Senator Ronald Johnson yang bertugas mengawasi Secret Service. Johnson yang politisi Republik ini mengaku mendapat laporan dari seorang sumber atau bisa disebut sebagai whistleblower yang memahami isu tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Johson, informasi ini sangat bertentangan dengan pernyataan yang selama ini disampaikan pimpinan Secret Service bahwa lembaganya tidak mentolerir adanya perilaku seksual yang tidak pantas. Namun sayangnya, Johnson menolak untuk memberitahukan tindakan pelanggaran yang disebutnya itu.

Tapi artikel yang dirilis The Washington Post menyebutkan keterangan dua sumber lain yang memahami isu ini, yang mengatakan bahwa para agen Secret Service, termasuk atasannya, kerap menggunakan jasa prostitusi dan mengunjungi rumah bordil selama kunjungan kerja di beberapa negara.

Pelanggaran lainnya, menurut sumber tersebut, yakni ada beberapa agen yang berselingkuh dari istri saat bertugas di luar negeri. Tidak sedikit juga agen yang menjalani one-night stands maupun hubungan jangka panjang dengan wanita asing yang sama sekali tidak dilaporkan.

The Washington Post menyebutkan, seorang whistleblower menyatakan bahwa seorang pejabat senior pada lembaga Secret Service menyadari dan mengetahui anak buahnya kerap menggunakan jasa prostitusi saat bertugas di dalam maupun luar negeri.

Laporan The Washington Post ini muncul setelah laporan dipecatnya dua agen senior Secret Service karena melakukan pelanggaran berbau isu seks. Kedua agen tersebut masuk dalam kelompok elite yang bertugas langsung dalam pengamanan Presiden AS Barack Obama.

(nvc/gah)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini