Topan dahsyat Haiyan telah meluluh-lantakkan sejumlah kota di Filipina. Termasuk kota Tacloban, ibukota provinsi Leyte yang paling parah dihantam badai terdahsyat di dunia tahun ini. Para petugas kini tengah berjuang untuk mengantarkan pasokan bantuan ke kota tersebut.
Saat ini, aksi-aksi penjarahan marak di mana-mana. Mulai dari di toko-toko kelontong, mal dan pom-pom bensin.
"Tacloban benar-benar hancur. Sejumlah orang telah kehilangan akal sehat mereka akibat kelaparan atau karena kehilangan keluarga mereka," tutur seorang guru bernama Andrew Pomeda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang warga Tacloban lainnya yang selamat dari Topan Haiyan ini mengaku, dirinya harus berjalan berjam-jam melewati puing-puing bangunan untuk pergi dari kota tersebut.
"Ini seperti akhir dunia," cetus wanita bernama Nancy Chang.
Saat ini belum ada angka resmi dari pemerintah Filipina mengenai jumlah korban jiwa akibat Topan Haiyan ini. Namun di kota Tacloban sendiri, sekitar 10 ribu orang diperkirakan tewas akibat bencana alam ini.
Saat ini para petugas terus berjuang untuk menyalurkan bantuan ke beberapa kawasan yang dilanda Topan Haiyan. Ribuan tentara Filipina sudah dikerahkan untuk membantu para korban bencana, sementara pesawat kargo militer diterbangkan untuk membawa pasokan bantuan.
Topan Haiyan kini mengarah ke Vietnam dan sekitar 600.000 jiwa penduduk di kawasan utara negara itu sudah diungsikan. Diperkirakan kecepatan Topan Haiyan tidak akan seperti ketika menghantam Filipina.
(ita/nrl)











































