Menteri Luar Negeri AS John Kerry pun angkat bicara mengenai hal tersebut. Menurut Kerry, AS tidak buta dan bodoh dalam perundingan nuklir dengan Iran.
"Kita tidak buta, dan saya pikir kita tidak bodoh," kata Kerry dalam wawancara dengan stasiun televisi NBC seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (11/11/2013).
"Saya pikir kita tahu benar bagaimana harus mengukur apakah kita bertindak demi kepentingan negara kita dan dunia, dan khususnya sekutu-sekutu kita seperti Israel dan negara-negara Teluk dan lainnya di wilayah itu," tandas Kerry.
Setelah berlangsung tiga hari, pertemuan antara Iran dengan AS, China, Rusia, Inggris, Prancis dan Jerman itu berakhir tanpa kesepakatan. Namun mereka akan kembali bertemu pada 20 November mendatang.
Sebelumnya, PM Netanyahu mencetuskan, kesepakatan apapun dengan Iran akan menjadi kesalahan bersejarah. "Ini kesepakatan yang sangat buruk. Israel benar-benar menolaknya," cetus Netanyahu.
Pemimpin negeri Yahudi itu pun menegaskan, Israel tak akan terikat pada kesepakatan apapun dan berhak melakukan apapun yang dianggap perlu untuk mempertahankan diri.
"Israel tidak terikat pada kesepakatan ini dan Israel akan melakukan apapun yang diperlukan untuk mempertahankan diri dan mempertahankan keamanan rakyatnya," tegasnya.
(ita/nrl)











































