Para pelaku menyerang warga desa di distrik Golapara, negara bagian Assam pada Minggu, 3 November larut malam waktu setempat. Saat itu warga sedang bermain kartu saat merayakan hari libur agama Hindu, Diwali.
Menurut inspektur kepolisian negara bagian Assam, S.N. Singh, para pelaku merupakan militan-militan yang tergabung dalam kelompok separatis Garo National Liberation Army (GNLA).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diimbuhkan Singh, tujuh dari sembilan warga desa yang terluka dalam serangan itu, saat ini dalam kondisi serius.
Atas kejadian di desa Agia tersebut, para tentara dikerahkan untuk mengamankan desa. Desa yang terletak sekitar 230 kilometer sebelah barat Guwahati, kota terbesar Assam itu, telah sejak lama mengalami kekerasan mematikan antara kelompok-kelompok etnis yang berseteru.
Kelompok GNLA yang berasal dari negara bagian tetangga Meghalaya, telah menuntut wilayah terpisah untuk suku Garo.
(ita/nrl)











































