"Antara 20 dan 25 juta euro dibayarkan untuk mendapatkan pembebasan para sandera Prancis itu," ujar sumber yang dekat dengan tim negosiasi Niger, seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (30/10/2013).
Menurut sumber itu, uang tebusan itu diserahkan ke para penculik dan para penghubung di lapangan yang memainkan peran utama dalam mewujudkan pembebasan sandera.
Belum ada tanggapan pemerintah Prancis maupun Niger atas hal ini. Namun sebelumnya, pemerintah Prancis mengaku tak ada operasi militer untuk membebaskan keempat sandera. Pemerintah Prancis juga menyatakan tidak memberikan uang tebusan apapun.
Presiden Prancis Francois Hollande berterima kasih kepada pemerintah Niger atas bantuan yang telah diberikan untuk pembebasan para sandera tersebut.
"Saya ingin menyampaikan terima kasih saya kepada presiden Niger, yang mampu mengupayakan pembebasan warga negara kami," kata Hollande.
Keempat warga Prancis itu diculik oleh kelompok Al-Qaeda in the Islamic Maghreb (AQIM) di Niger utara pada tahun 2010 silam. Kempat pria Prancis itu diculik dari kawasan tambang uranium di Arlit, Niger pada 16 September 2010. Mereka bekerja untuk raksasa nuklir Prancis, Areva.
(ita/nrl)











































