Seperti dilansir CNN, Rabu (30/11/2013), insiden ini terjadi pada Selasa (29/10) dini hari waktu setempat di bandara di Nashville, Tennessee. Pesawat bermesin tunggal jenis Cessna tersebut diduga jatuh setelah pukul 03.00 waktu setempat.
Waktu pasti kecelakaan ini serta penyebabnya masih menjadi misteri. Otoritas setempat masih melakukan penyelidikan mendalam atas insiden ini. Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) menuturkan, pesawat tersebut terdaftar di Windsor Flying Club di Ontario, Kanada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak pusat pengendali bandara pun memberi tahu staf bandara yang ada di dekat landasan soal temuan tersebut. Begitu diperiksa lebih lanjut, petugas bandara menemukan bangkai pesawat dalam keadaan hangus. Menurut otoritas setempat, jasad pilot pesawat tersebut ditemukan di dalam bangkai pesawat.
Pihak Otoritas Penerbangan Federal (FAA) menegaskan, menara pengendali bandara sebenarnya memiliki staf yang bertugas selama 24 jam setiap harinya. Tapi tidak diketahui ada berapa staf yang bertugas di menara tersebut saat kecelakaan terjadi pada dini hari. Staf yang ada di menara tersebut bertugas mengawasi dan mengatur setiap pesawat yang hendak lepas landas dan mendarat di bandara tersebut.
Juru bicara FAA beralasan bahwa jarak pandang pada malam kejadian sangat rendah dan langit dipenuhi kabut. Secara terpisah, juru bicara FAA lainnya mengaku tidak mengetahui pasti apakah pesawat tersebut melakukan komunikasi dengan menara pengendali atau mungkin memberikan panggilan darurat.
FAA enggan berkomentar banyak dan menegaskan bahwa insiden ini masih diselidiki. Sedangkan pihak bandara justru menyerahkan semua pertanyaan yang diajukan oleh wartawan kepada NTSB.
Juru bicara NTSB, Peter Knudson menyatakan, pesawat tersebut diduga mengalami kebakaran usai terjatuh. Penyebab jatuhnya pesawat tersebut, ujar Knudson, masih diselidiki.
(nvc/ita)











































