Aparat menahan Erian subuh tadi waktu setempat di sebelah timur Kairo, ibukota Mesir, tempat dirinya selama ini bersembunyi. Erian merupakan wakil pemimpin Partai Kebebasan dan Keadilan yang merupakan bagian dari Ikhwanul Muslimin.
Foto-foto Erian saat penangkapannya beredar di media sosial. Pria itu tampak tersenyum. Seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (30/10/2013), Erian juga membuat simbol penolakan penggulingan presiden terpilih Mohamed Morsi.
Aparat keamanan Mesir melancarkan operasi penangkapan para pendukung Morsi pada Agustus lalu. Lebih dari 1.000 orang telah tewas sejak Morsi digulingkan pada Juli lalu. Kebanyakan korban tewas adalah para pendukung Morsi.
Otoritas Mesir pun telah menahan sekitar 2 ribu pendukung Morsi, termasuk sebagian besar pemimpin Ikhwanul Muslimin.
Morsi sendiri hingga saat ini masih berada dalam penahanan militer sejak dirinya digulingkan. Morsi rencananya akan mulai diadili pada 4 November mendatang atas dakwaan penghasutan untuk membunuh.
Dakwaan ini terkait dengan kematian para demonstran saat bentrokan antara para pendukung dan penentang Morsi yang terjadi di luar istana kepresidenan beberapa waktu lalu. Atas kasus ini, Morsi telah menyatakan dirinya menolak mengakui kewenangan pengadilan yang akan mengadili dirinya.
(ita/nrl)











































