Kerusuhan ini terjadi menyusul penembakan yang dilakukan polisi, yang menewaskan seorang remaja putra berumur 17 tahun.
Dalam statemennya, kepolisian menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (29/10/2013), sejumlah perusuh juga menggunakan pistol saat huru-hara itu terjadi pada Senin, 28 Oktober larut malam waktu setempat.
Seorang pejalan kaki terluka akibat terkena peluru dan segera dilarikan ke rumah sakit oleh polisi. Kepolisian menyatakan, 90 perusuh ditahan sementara tiga truk dan enam bus dibakar massa dalam insiden itu. Para perusuh juga menjarah beberapa toko.
Menurut juru bicara kepolisian Sao Paulo, sekitar 500 pemuda ikut serta dalam kerusuhan tersebut. Massa marah atas kematian seorang remaja dalam konfrontasi dengan polisi pada Minggu, 27 Oktober lalu.
Dalam aksinya, para pemuda yang mengamuk tersebut menyerang bus-bus dan menjarah toko-toko. Untuk mengendalikan massa, aparat polisi melepaskan gas air mata dan menangkap 90 orang.
Kerusuhan sosial menjadi kabar tak mengenakkan bagi otoritas Brasil seiring persiapan mereka untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia tahun depan dan Olimpiade Musim Panas tahun 2016 mendatang. Sao Paulo, kota metropolitan berpenduduk 20 juta jiwa, akan menjadi tuan rumah pertandingan pembuka Piala Dunia pada 12 Juni 2014.
(ita/nrl)











































