Ledakan bom yang mengenai sebuah bus di provinsi Ghazni itu terjadi pada Minggu, 27 Oktober lalu. Sebanyak 18 orang tewas, mayoritas wanita. Bus tersebut mengangkut para tamu pernikahan.
Warga desa kemudian memburu seorang pria lokal yang ketahuan bersembunyi di kandang ayam dekat rumahnya. Remote control untuk bom juga ditemukan tak jauh darinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekitar 100 orang kemudian menyeret pria itu keluar dari persembunyiannya. Massa pun memukulinya dengan kayu dan sekop. Bukan cuma itu, warga yang marah kemudian melempari tubuhnya dengan batu hingga tewas.
"Mereka kemudian menembakkan sekitar 200 peluru ke tubuhnya," imbuh Ahmadi.
Menurut warga setempat, pria yang tidak disebutkan namanya itu diduga sebagai militan Taliban. Warga yakin dialah yang bertanggung jawab atas pengeboman bus yang menewaskan 18 orang itu.
(ita/nrl)











































