Dalam pernyataannya, Gedung Putih menyampaikan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (29/10/2013), kedua pemimpin itu membahas Iran, upaya perdamaian Israel-Palestina dan isu-isu penting lainnya.
Sebelumnya pada Minggu, 27 Oktober lalu, Netanyahu mengingatkan bahwa Iran mampu mengubah uranium berkadar rendah menjadi material yang bisa digunakan untuk program senjata, hanya dalam waktu beberapa pekan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Netanyahu pun mendesak ditingkatkannya tekanan terhadap Iran. Pemimpin negeri Yahudi itu telah mengungkapkan sikap skeptisnya atas cara-cara diplomatik yang ditawarkan Presiden baru Iran Hassan Rowhani. Netanyahu bahkan menyebut Rowhani sebagai "musang berbulu domba."
Iran akan menggelar putaran baru pembicaraan mengenai program nuklirnya dengan enam negara besar pada 7-8 November mendatang. Pertemuan itu akan berlangsung di Jenewa, Swiss.
Pemerintah Israel menetapkan sejumlah syarat sebelum sanksi-sanksi internasional terhadap Iran dikendurkan. Salah satunya, menghentikan semua aktivitas pengayaan uranium. Namun Teheran bersikeras bahwa pengayaan uranium akan tetap dilakukan karena program nuklirnya adalah untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi bagi kepentingan rakyat sipil.
(ita/nrl)











































