Dokumen intelijen Amerika Serikat menyebutkan bahwa negara adikuasa tersebut menyadap percakapan telepon 35 kepala negara di dunia. Atas laporan ini, Perdana Menteri India Manmohan Singh mengaku tidak khawatir karena dirinya tidak memiliki telepon genggam (HP) maupun email.
"Perdana Menteri tidak menggunakan telepon genggam dan beliau tidak memiliki akun email pribadi," jelas juru bicara PM Singh seperti dilansir Asia One, Jumat (25/10/2013).
"Kantornya memang menggunakan email, tapi beliau tidak memilki email pribadi... Kami tidak memiliki informasi dan tidak ada isu untuk dikhawatirkan," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan penyadapan ini didasarkan pada dokumen rahasia yang diberikan oleh pembocor intelijen AS, Edward Snowden. Informasi ini muncul setelah Kanselir Jerman Angela Merkel dibuat emosi dengan adanya laporan penyadapan percakapan telepon dirinya oleh AS.
Pemerintah AS melalui Gedung Putih telah membantah laporan tersebut. Namun Merkel meminta Presiden AS Barack Obama untuk menjelaskan langsung kepada dirinya.
Dalam artikelnya, The Guardian menuliskan bahwa memo yang dikeluarkan oleh NSA pada tahun 2006 lalu mengindikasikan bahwa NSA rutin melakukan penyadapan percakapan telepon sejumlah pemimpin dunia. Namun tidak disebutkan siapa saja pemimpin dunia yang dimaksud.
(nvc/ita)











































