Hal tersebut tertuang dalam laporan yang disampaikan Bekele Geleta, Sekjen Federasi Palang Merah Internasional, IFRC di Jenewa, Swiss pada Kamis, 10 Oktober waktu setempat.
Dalam laporan mengenai dampak krisis ekonomi itu, disebutkan bahwa sekitar 120 juta warga Eropa menghadapi risiko kemiskinan dan banyak yang terus menderita di negara-negara yang tengah dalam proses pemulihan secara finansial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Eropa tengah menghadapi krisis kemanusiaan terparah dalam enam dekade," imbuhnya.
Palang Merah telah mensurvei 22 organisasi nasional di Eropa dan menemukan bahwa dampak krisis euro telah membuat lebih banyak orang datang ke organisasi-organisasi kemanusiaan untuk meminta pengobatan, bantuan keuangan untuk membeli obat-obatan atau bantuan mengisi formulir untuk tunjangan-tunjangan.
Menurut laporan itu, sebanyak 3,5 juta orang di Eropa menerima bantuan pangan dari Palang Merah. Ini berarti jumlahnya 75 persen lebih banyak dibandingkan tiga tahun lalu.
Dalam laporan itu disebutkan, kemiskinan bukan cuma melanda negara-negara kecil Eropa seperti Latvia. Namun juga negara-negara Eropa yang lebih kaya, termasuk Prancis.
Lebih dari 350.000 orang yang tinggal di Prancis telah jatuh miskin sejak tahun 2009. Tren ini juga terlihat di banyak negara Eropa lainnya.
(ita/nrl)











































