Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengecam penculikan tersebut.
"Saya mengecam penculikan PM Libya di Tripoli pagi tadi dan menyerukan pembebasannya segera," kata Hague dalam statemennya seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (10/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Adalah vital bahwa proses transisi politik di Libya terus dijaga," tutur pejabat tinggi Inggris itu. "Pemerintah dan rakyat Libya mendapatkan dukungan penuh kami di saat memprihatinkan ini," imbuh Hague.
Sebelumnya, kelompok bekas pemberontak Libya yang bersekutu dengan pemerintahan transisi Libya, mengklaim telah menangkap Zeidan. Kelompok bernama Operations Cell of Libyan Revolutionaries tersebut menyatakan, pihaknya menangkap Zeidan atas perintah kejaksaan.
Namun kejaksaan Libya mengaku tidak mengeluarkan perintah penangkapan itu. Kelompok tersebut pada prinsipnya melapor ke Kementerian Pertahanan dan Dalam Negeri Libya.
Diduga, penculikan ini sebagai pembalasan atas operasi pasukan khusus AS pada akhir pekan lalu, yang berhasil menangkap seorang tersangka al-Qaeda di Tripoli dan membawanya ke kapal perang AS.
Atas insiden penangkapan warga Libya bernama Abu Anas al-Liby itu, Operations Cell of Libyan Revolutionaries memerintahkan para pejuangnya untuk bersiap-siap diperintahkan memburu dan mengusir para warga asing, yang secara ilegal berada di negara itu.
(ita/nrl)











































