Kelompok bernama Operations Cell of Libyan Revolutionaries tersebut menyatakan, pihaknya menangkap Zeidan atas perintah kejaksaan. Kelompok ini pada prinsipnya melapor ke Kementerian Pertahanan dan Dalam Negeri Libya.
"PM ditahan atas kejahatan dan pelanggaran yang merugikan negara dan keamanan negara," demikian pernyataan kelompok tersebut lewat akun Facebook mereka seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (10/10/2013).
Belum ada keterangan detail mengenai peristiwa penculikan itu. Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah Zeidan meminta bantuan negara-negara besar Barat untuk menghentikan penyebaran militansi di negaranya.
Dalam wawancara dengan BBC, Zeidan mengatakan bahwa Libya tengah digunakan sebagai basis untuk mengekspor persenjataan ke seluruh wilayah tersebut. Karena itu, ujar Zeidan, harus ada kerja sama internasional untuk menghentikannya.
Hal ini disampaikan Zeidan setelah pasukan komando AS, Delta Forces menangkap pemimpin al-Qaeda bernama Abu Anas al-Liby di Tripoli dan membawanya ke kapal perang AS. Tindakan pasukan komando AS tersebut membuat geram pemerintah Libya karena telah melanggar kedaulatan negara.
Atas insiden penangkapan Liby, Operations Cell of Libyan Revolutionaries memerintahkan para pejuangnya untuk bersiap-siap diperintahkan memburu dan mengusir para warga asing yang secara ilegal berada di negara itu.
Liby didakwa atas pengeboman kedutaan-kedutaan AS di Kenya dan Tanzania pada tahun 1998 silam.
(ita/nrl)











































