Demikian diberitakan media al-Arabiya yang berbasis di Dubai.
Dalam pernyataan singkat seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (10/10/2013), pemerintah Libya mengkonfirmasi penculikan itu.
"Kepala pemerintahan transisi, Ali Zeidan, telah dibawa ke sebuah tempat yang tidak diketahui karena alasan yang tidak diketahui oleh sekelompok pria yang diyakini sebagai bekas pemberontak," demikian statemen pemerintah.
Belum ada keterangan detail mengenai peristiwa penculikan itu. Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah Zeidan meminta bantuan negara-negara besar Barat untuk menghentikan penyebaran militansi di negaranya.
Sebelumnya, dalam wawancara dengan BBC, Zeidan mengatakan bahwa Libya tengah digunakan sebagai basis untuk mengekspor persenjataan ke seluruh wilayah tersebut. Karena itu, ujar Zeidan, harus ada kerja sama internasional untuk menghentikannya.
Hal ini disampaikan Zeidan setelah pasukan khusus AS, Delta Forces menciduk pemimpin al-Qaeda bernama Abu Anas al-Liby dari Tripoli akhir pekan lalu.
Liby didakwa atas pengeboman kedutaan-kedutaan AS di Kenya dan Tanzania pada tahun 1998 silam.
(ita/nrl)











































