Pejabat-pejabat Pentagon dan Departemen Luar Negeri AS mengatakan, serangan ke Mal Westgate di Nairobi, Kenya, bulan lalu, menunjukkan perlunya AS terus mendukung otoritas Somalia. Kelompok Al-Shabaab mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan sedikitnya 67 orang itu.
Dikatakan Wakil Menteri untuk Urusan Afrika, Linda Thomas-Greenfield, serangan berdarah di Mal Westgate itu merupakan contoh mengerikan dari tantangan bagi Somalia dan wilayah tersebut.
"Serangan ini menunjukkan bahwa ekstremisme keras di Tanduk Afrika mungkin berkembang," kata Greenfield di depan komite Hubungan Luar Negeri Senat AS seperti dilansir AFP, Rabu (9/10/2013).
Sementara Wakil Asisten Menteri Pertahanan AS Amanda Dory mengingatkan, meski Al-Shabaab telah dilemahkan oleh pertempuran dengan pasukan Somalia, Ethiopia dan pasukan Uni Afrika, AMISOM, kelompok itu "masih tetap berbahaya dan mampu melakukan serangan-serangan inkonvensional yang canggih."
"Untuk beberapa lama ke depan, kita harus mempertahankan fokus ke Somalia guna mempertahankan kemajuan keamanan yang diperoleh hingga saat ini, seiring Al-Shababb kemungkinan akan tetap menjadi ancaman utama bagi stabilitas Somalia dan Afrika Timur hingga beberapa waktu ke depan," tutur Dory.
(ita/nrl)











































