Peringatan ini disampaikan Korut setelah Washington dan Seoul pekan lalu menandatangani strategi bersama untuk menghadapi ancaman nuklir Korut.
Latihan gabungan yang akan digelar di perairan sekitar semenanjung Korea itu rencananya akan dimulai pekan ini. Militer AS telah mengerahkan kapal induk bertenaga nuklir USS George Washington untuk diikutkan dalam latihan gabungan ini.
Menyikapi latihan gabungan ini, pasukan Korut diperintahkan "untuk siaga penuh guna melancarkan operasi setiap saat". Demikian disampaikan juru bicara militer Korut seperti diberitakan kantor berita resmi Korut, KCNA dan dilansir AFP, Selasa (8/10/2013).
Disebutkan Korut, situasi di semenanjung "kini tegang kembali".
"AS akan sepenuhnya bertanggung jawab atas bencana mengerikan tak terduga akibat pasukan agresi imperialisnya," demikian statemen juru bicara militer Korut.
Sejumlah pakar mengatakan, ancaman Korut ini tak perlu dihiraukan. Menurut Profesor Kim Yong-Hyun dari Universitas Dongguk, negeri komunis itu berniat mengajak AS kembali ke meja perundingan.
"Korut juga mencoba menarik perhatian Washington dengan statemen-statemen militan seperti itu," cetusnya.
(ita/nrl)











































