Dilansir dari Reuters, Sabtu (5/10/2013), tak hanya pendukung Morsi yang menyerukan aksi demonstrasi, namun juga para penentangnya. Aksi demonstrasi ini diserukan menyusul rencana pemerintah untuk merayakan ulang tahun serangan Mesir terhadap pasukan Israel di Sinai selama perang 1973.
"Kementerian Dalam Negeri menegaskan tekad untuk menghadapi kekerasan dan pelanggaran hukum oleh pendukung Ikhwanul Muslimin," demikian pernyataan dari pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya bentrokan kembali terjadi antara pendukung Presiden Mohamed Morsi dengan militer Mesir menyebabkan 4 orang tewas pada Jumat (4/10) kemarin. Insiden ini dipicu serangan armada militer Mesir yang menembaki kamp para pendukung itu pada bulan Agustus lalu.
Namun, Asisten Mendagri untuk Keamanan Publik Mayjen Sayed Shafiq menyangkal adanya pendukung mana pun yang tewas di kota bagian selatan Assiut. Sebelumnya, sumber dari rumah sakit setempat membenarkan tewasnya empat orang di Assiut, tanpa menginformasikan dari pihak mana korban tewas tersebut.
Perang Yom Kippur, dikenal juga dengan nama Perang Ramadan atau Perang Oktober adalah perang yang terjadi pada tanggal 6 - 26 Oktober 1973 antara negara Israel melawan koalisi negara-negara arab yang dipimpin oleh Mesir dan Suriah.
(tor/edo)











































