Tolak Peringatan Perang Oktober, Rakyat Mesir Serukan Aksi Besar-besaran

Tolak Peringatan Perang Oktober, Rakyat Mesir Serukan Aksi Besar-besaran

Ahmad Toriq - detikNews
Sabtu, 05 Okt 2013 23:06 WIB
Tolak Peringatan Perang Oktober, Rakyat Mesir Serukan Aksi Besar-besaran
Foto: Reuters
Kairo - Pendukung Presiden Mohamed Morsi yang digawangi Ikhwanul Muslimin menyerukan aksi demonstasi besar-besaran saat peringatan Perang Yom Kippur atau Perang Oktober. Pemerintah Mesir merespon seruan itu dengan meningkatkan keamanan dan mengancam Ikhwanul Muslimin.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (5/10/2013), tak hanya pendukung Morsi yang menyerukan aksi demonstrasi, namun juga para penentangnya. Aksi demonstrasi ini diserukan menyusul rencana pemerintah untuk merayakan ulang tahun serangan Mesir terhadap pasukan Israel di Sinai selama perang 1973.

"Kementerian Dalam Negeri menegaskan tekad untuk menghadapi kekerasan dan pelanggaran hukum oleh pendukung Ikhwanul Muslimin," demikian pernyataan dari pemerintah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Militer Mesir telah menaruh personel dalam jumlah besar di Tahrir Square, tempat yang kerap menjadi pusat aksi. "Keamanan telah ditingkatkan di jalan raya, di semua kota dan pada instalasi penting. Kementerian Dalam Negeri memberi peringatan agar tak mencoba merusak pada tanggal 6 Oktober," lanjut pernyataan pemerintah Mesir.

Sebelumnya bentrokan kembali terjadi antara pendukung Presiden Mohamed Morsi dengan militer Mesir menyebabkan 4 orang tewas pada Jumat (4/10) kemarin. Insiden ini dipicu serangan armada militer Mesir yang menembaki kamp para pendukung itu pada bulan Agustus lalu.

Namun, Asisten Mendagri untuk Keamanan Publik Mayjen Sayed Shafiq menyangkal adanya pendukung mana pun yang tewas di kota bagian selatan Assiut. Sebelumnya, sumber dari rumah sakit setempat membenarkan tewasnya empat orang di Assiut, tanpa menginformasikan dari pihak mana korban tewas tersebut.

Perang Yom Kippur, dikenal juga dengan nama Perang Ramadan atau Perang Oktober adalah perang yang terjadi pada tanggal 6 - 26 Oktober 1973 antara negara Israel melawan koalisi negara-negara arab yang dipimpin oleh Mesir dan Suriah.

(tor/edo)


Berita Terkait