Pengebom beraksi di pos pemeriksaan yang berada di pintu masuk kota Heet, provinsi Anbar pada sekitar pukul 07.30 waktu setempat. Serangan itu juga melukai lima tentara lainnya. Demikian seperti diberitakan kantor berita AFP, Jumat (4/10/2013).
Sejauh ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri tersebut.
Para militan kerap melancarkan serangan-serangan terhadap pasukan keamanan dan pegawai-pegawai pemerintah Irak. Dengan insiden terbaru ini, berarti bulan ini saja hampir 60 orang telah tewas akibat berbagai serangan di Irak. Atau lebih dari 4.750 orang tewas sejak awal tahun ini.
Belakangan ini, kekerasan di Irak terus meningkat. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Irak akan kembali jatuh ke masa pertumpahan darah hebat antara Sunni dan Syiah, yang mencapai puncaknya pada tahun 2006-2007 silam. Dalam kurun waktu itu, puluhan ribu orang telah tewas akibat konflik sektarian itu.
(ita/nrl)











































