Insiden tersebut terjadi di Peshawar, kota utama di provinsi Khyber Pakhtunkhwa, yang telah dilanda berbagai serangan bom dan penembakan dalam beberapa tahun terakhir. Serangan-serangan itu diduga dilakukan para militan Taliban.
"Bom ditaruh di dalam bus. Saat ini, kematian 17 orang telah dikonfirmasi sementara 47 orang terluka," kata Zahirul Islam, wakil kepala kepolisian Peshawar kepada kantor berita AFP, Jumat (27/9/2013).
Pejabat senior kepolisian lainnya, Rahim Shah mengkonfirmasi bahwa bom tersebut diletakkan di dalam bus, yang mengangkut para staf pemerintah. Mereka baru saja pulang kerja dan akan menuju ke kota Charsadda.
Sembilan jasad telah dibawa ke rumah sakit Lady Reading di Peshawar, sementara delapan mayat diangkut ke rumah sakit pemerintah di Charsadda.
Otoritas setempat menyatakan, target serangan bom tersebut memang para pegawai pemerintah.
Peshawar terletak dekat distrik-distrik kesukuan di sepanjang perbatasan Afghanistan, yang merupakan basis para militan terkait Taliban dan Al-Qaeda.
Sebelumnya pada Minggu, 22 September lalu, dua aksi bom bunuh diri terjadi di sebuah gereja di kota tersebut. Sebanyak 82 orang tewas dalam peristiwa yang menggemparkan Pakistan itu.
(ita/nrl)











































