Shirdon juga menegaskan, pemerintahannya tak akan tunduk pada tuntutan Al-Shabaab agar pasukan Kenya ditarik dari Somalia. Shirdon mengatakan, Kenya dan Somalia akan terus bekerja sama dalam memerangi Al-Shabaab yang disebut-sebut terkait jaringan Al-Qaeda itu.
"Al-Shabaab bukan hanya masalah bagi Somalia, mereka juga masalah bagi wilayah ini dan bagi komunitas internasional," cetus Shirdon dalam wawancara dengan stasiun televisi France 24, seperti dilansir News.com.au, Jumat (27/9/2013).
PM Shirdon pun yakin bahwa Al-Shabaab akan bisa dimusnahkan dengan bantuan komunitas internasional.
Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Somalia Fowsiyo Yusuf Hajji Aadan mengatakan, pembantaian di Mal Westgate tak akan membuat pasukan Kenya mundur dari Somalia.
"Al-Shabaab mencerminkan agresi terhadap kemanusiaan," ujarnya kepada wartawan sebelum sidang Majelis Umum PBB di New York, AS beberapa hari lalu. "Itu invasi terhadap wilayah Afrika timur dan harus dikalahkan dalam kesatuan," tandasnya.
(ita/nrl)











































