Pada Sabtu 21 September lalu, para pengunjung mal sedang asyik belanja, makan dan berekreasi. Namun tiba-tiba, datang puluhan anggota teroris bersenjata yang menyandera sejumlah orang. Mereka juga tak segan melakukan pembunuhan sadis.
Tercatat 69 orang tewas dan 63 lainnya dinyatakan hilang. Sementara dari pihak peneror mengklaim sudah membunuh sekitar 137 nyawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut kondisi mal Westgate usai pembantaian:
Mobil Tertimpa Reruntuhan
|
Reuters
|
Tak hanya itu, para pelaku juga sempat meledakkan bom. Akibatnya, bangunan pun runtuh.
Hanya tersisa sejumlah mobil yang parkir di bawah tanah. Sebagian lagi sudah rusak tertimpa reruntuhan.
Mobil Hangus
|
Reuters
|
Belum ada data yang memastikan berapa total kerugian akibat kejadian ini. Yang pasti, jumlah korban sudah berjatuhan.
Bangunan 4 Lantai Ambruk
|
Reuters
|
Kelompok pemberontak Somalia, Al Shabaab, mengklaim sebagai pelaku serangan mematikan itu. Disebutkan bahwa serangan itu sebagai pembalasan atas intervensi militer Kenya di Somalia dalam memerangi kelompok Al Shabaab.
Mobil Berjatuhan
|
Reuters
|
Kelompok pemberontak Somalia, Al Shabaab mengklaim 137 orang yang mereka sandera telah tewas. Kelompok tersebut juga mengklaim, pasukan Kenya menggunakan senjata kimia untuk mengakhiri penyanderaan tersebut.
Terjebak di Reruntuhan
|
Reuters
|
Sejauh ini, belum ada respons pemerintah Kenya terkait total kerugian. Namun versi Al Shaabab, penghancuran gedung dilakukan untuk menutupi jumlah korban.
"Untuk menutupi kejahatan mereka, pemerintah Kenya melakukan penghancuran gedung, sehingga mengubur bukti-bukti dan semua sandera di dalam puing-puing," demikian disampaikan Al Shabaab.
Puing-puing Berserakan
|
Reuters
|
Lima penyerang telah tewas dan 11 tersangka saat ini berada dalam tahanan.
Kehancuran Total
|
Reuters
|
Namun kini, tak ada lagi yang bisa dinikmati dari mal. Yang tersisa hanya cerita pilu dan duka para keluarga korban.
Tampak Atas
|
Mark Large
|
Mobil-mobil juga berserakan dan jatuh ke lantai dasar.
Detik-detik Keruntuhan
|
Reuters
|
Ratusan mobil jatuh ke dasar parkiran dari lantai empat. Pemerintah Kenya memang menggunakan bahan peledak untuk meringkus para teroris.
Saksi Bisu Pembantaian
|
Reuters
|
"Mereka mengambil mata, telinga, hidung... Mereka menancapkan pisau ke tubuh seorang anak. Sebenarnya jika Anda melihat semua jasad, kecuali mereka yang kabur, jari-jari dipotong dengan tang, hidung-hidung dicopot dengan tang," ujar dokter yang tak mau disebutkan namanya.
Menurutnya, kondisi jasad-jasad tersebut lebih buruk daripada yang pernah dilihatnya usai ledakan tanker minyak di Kota Sachangwan pada tahun 2009. Sebanyak 139 nyawa melayang dalam peristiwa itu.
Halaman 2 dari 11











































