Pemandangan Mengerikan dari Mal Kenya Usai Pembantaian Sandera

Pemandangan Mengerikan dari Mal Kenya Usai Pembantaian Sandera

Rachmadin Ismail - detikNews
Jumat, 27 Sep 2013 12:59 WIB
Pemandangan Mengerikan dari Mal Kenya Usai Pembantaian Sandera
Reuters
Nairobi - Mal Westgate di Nairobi, Kenya, menjadi saksi bisu sebuah peristiwa memilukan yang akan selalu tercatat dalam sejarah. Puluhan orang dibantai oleh para teroris dengan cara yang keji. Mal mewah itu pun kini hancur.

Pada Sabtu 21 September lalu, para pengunjung mal sedang asyik belanja, makan dan berekreasi. Namun tiba-tiba, datang puluhan anggota teroris bersenjata yang menyandera sejumlah orang. Mereka juga tak segan melakukan pembunuhan sadis.

Tercatat 69 orang tewas dan 63 lainnya dinyatakan hilang. Sementara dari pihak peneror mengklaim sudah membunuh sekitar 137 nyawa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi penyanderaan baru berakhir empat hari kemudian. Kini, yang tersisa hanyalah cerita pilu dan dampak kehancuran yang luar biasa.

Berikut kondisi mal Westgate usai pembantaian:

Mobil Tertimpa Reruntuhan

Reuters
Area parkir di mal Westgate hancur lebur setelah operasi pembebasan sandera. Tim penyerbu menggunakan bahan peledak.

Tak hanya itu, para pelaku juga sempat meledakkan bom. Akibatnya, bangunan pun runtuh.

Hanya tersisa sejumlah mobil yang parkir di bawah tanah. Sebagian lagi sudah rusak tertimpa reruntuhan.

Mobil Hangus

Reuters
Sebagian mobil juga hangus terbakar. Dari foto ini terlihat, mobil-mobil itu jadi 'korban' ledakan dari serangan aparat dan para pelaku teror.

Belum ada data yang memastikan berapa total kerugian akibat kejadian ini. Yang pasti, jumlah korban sudah berjatuhan.

Bangunan 4 Lantai Ambruk

Reuters
Bangunan mal yang ambruk berasal dari lantai empat. Lokasi ini sekarang mirip sebuah daerah yang baru saja ditimpa meteor.

Kelompok pemberontak Somalia, Al Shabaab, mengklaim sebagai pelaku serangan mematikan itu. Disebutkan bahwa serangan itu sebagai pembalasan atas intervensi militer Kenya di Somalia dalam memerangi kelompok Al Shabaab.

Mobil Berjatuhan

Reuters
Karena bangunan ambruk, otomatis mobil-mobil yang sudah terparkir ikut terjun bebas ke lantai dasar. Kondisinya hancur.

Kelompok pemberontak Somalia, Al Shabaab mengklaim 137 orang yang mereka sandera telah tewas. Kelompok tersebut juga mengklaim, pasukan Kenya menggunakan senjata kimia untuk mengakhiri penyanderaan tersebut.

Terjebak di Reruntuhan

Reuters
Sejumlah kendaraan juga terjebak di reruntuhan gedung. Kondisinya sudah hancur lebur.

Sejauh ini, belum ada respons pemerintah Kenya terkait total kerugian. Namun versi Al Shaabab, penghancuran gedung dilakukan untuk menutupi jumlah korban.

"Untuk menutupi kejahatan mereka, pemerintah Kenya melakukan penghancuran gedung, sehingga mengubur bukti-bukti dan semua sandera di dalam puing-puing," demikian disampaikan Al Shabaab.

Puing-puing Berserakan

Reuters
Puing-puing bangunan yang hancur kini jadi pemandangan baru di mal Kenya. Tak ada lagi barang-barang mewah dan toko-toko luks.

Lima penyerang telah tewas dan 11 tersangka saat ini berada dalam tahanan.

Kehancuran Total

Reuters
Bangunan empat lantai yang digunakan untuk parkir kini hancur. Mal yang dibangun oleh pengusaha asal Israel itu memang paling mewah di Kenya. Para ekspatriat suka berkunjung ke sana.

Namun kini, tak ada lagi yang bisa dinikmati dari mal. Yang tersisa hanya cerita pilu dan duka para keluarga korban.

Tampak Atas

Mark Large
Terlihat dari atas gedung, bangunan yang hancur itu berada di area parkir. Lubang menganga tampak dari atas.

Mobil-mobil juga berserakan dan jatuh ke lantai dasar.

Detik-detik Keruntuhan

Reuters
Reuters juga memiliki gambar saat mobil-mobil berjatuhan. Momen mengerikan itu terekam dalam kamera.

Ratusan mobil jatuh ke dasar parkiran dari lantai empat. Pemerintah Kenya memang menggunakan bahan peledak untuk meringkus para teroris.

Saksi Bisu Pembantaian

Reuters
Mal Westgate jadi saksi bisu sebuah pemandangan mengerikan. Seorang dokter Kenya menemukan hidung-hidung, telinga, mata para korban yang berceceran di lokasi pembantaian.

"Mereka mengambil mata, telinga, hidung... Mereka menancapkan pisau ke tubuh seorang anak. Sebenarnya jika Anda melihat semua jasad, kecuali mereka yang kabur, jari-jari dipotong dengan tang, hidung-hidung dicopot dengan tang," ujar dokter yang tak mau disebutkan namanya.

Menurutnya, kondisi jasad-jasad tersebut lebih buruk daripada yang pernah dilihatnya usai ledakan tanker minyak di Kota Sachangwan pada tahun 2009. Sebanyak 139 nyawa melayang dalam peristiwa itu.


Halaman 2 dari 11
(mad/nwk)


Berita Terkait