Biro Prakiraan Cuaca Filipina mencatat, kecepatan topan Usagi mencapai 220 km per jam saat menerjang wilayah Filipina, terutama di Selat Luzon yang ada di tengah wilayah perairan Filipina dan Taiwan. Kepulauan Batanes yang ada di utara Filipina dan beberapa desa di Taiwan dilanda banjir akibat topan ini.
"Anginnya benar-benar kencang. Saya bahkan tidak bisa keluar rumah sekarang," tutur Gubernur Batanes, Vicentes Gato kepada radio DZBB dan dilansir AFP, Sabtu (21/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan di Taiwan, sebuah desa terpencil di wilayah Pintung dilanda banji besar akibat topan Usagi ini. Tentara setempat terpaksa diterjunkan ke lokasi untuk mengevakuasi puluhan warga setempat.
"Saya pikir ada tsunami... Saya belum pernah mengalami hal semacam ini dalam hidup saya," ucap seorang wanita berusia 60 tahun yang berusaha menyelamatkan diri dengan membawa hewan peliharaannya.
Akibat topan ini, sejumlah penerbangan dan operasional kapal feri setempat, hingga aktivitas kantor dan sekolah dihentikan sementara. Hotel dan resort yang ada di wilayah pegunungan juga ditutup karena takut terkena banjir atau tanah longsor. Nyaris sebanyak 2.500 orang dievakuasi ke tempat aman akibat topan ini.
Beralih dari Filipina dan Taiwan, topan Usagi ini menuju ke wilayah Hong Kong dan China. Sebagai langkah antisipasi, Pusat Meteorologi Nasional China menerbitkan peringatan 'red alert' yang menandakan level peringatan cuaca tertinggi.
Menurut mereka, topan Usagi akan berdampak besar pada wilayah pantai, terutama yang ada di Provinsi Guangdong, Zhejiang dan Fujian. Topan ini diperkirakan bergerak ke arah barat laut. Hampir sebanyak 23 ribu nelayan setempat menghentikan aktivitas mereka dan mulai mengungsi ke tempat yang aman. Sedangkan lebih dari 4.000 warga setempat telah dievakuasi ke kamp pengungsian.
(nvc/gah)











































