Presiden Suriah Minta Obama Dengarkan Suara Rakyat

Presiden Suriah Minta Obama Dengarkan Suara Rakyat

- detikNews
Kamis, 19 Sep 2013 10:16 WIB
Presiden Suriah Minta Obama Dengarkan Suara Rakyat
Barack Obama (AFP)
Damaskus - Dalam wawancara dengan media Amerika Serikat, Presiden Suriah Bashar al-Assad meminta Presiden Barack Obama untuk mendengarkan rakyatnya terkait rencana serangan ke Suriah. Assad menegaskan, Suriah tidak sedang dilanda perang sipil melainkan diserang oleh pelaku jihad asing yang berkaitan dengan Al-Qaeda.

"Dengarkanlah akal sehat rakyat Anda," ucap Assad kepada Presiden Obama dalam wawancara dengan media AS, Fox News dan dilansir AFP, Kamis (19/9/2013).

Lebih lanjut, Assad menyatakan bahwa negaranya tidak sedang mengalami perang sipil yang berujung pada revolusi. "Yang kami alami bukanlah perang sipil. Yang kami alami sekarang adalah perang yang sebenarnya. Semacam perang jenis baru," tuturnya, sembari menuding keterlibatan militan Islam dari lebih 80 negara yang bergabung dalam pertempuran di Suriah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang kami tahu ada puluhan ribu pelaku jihad, kami sendiri ada di lapangan, kami hidup di negara ini," jelas Assad.

"Yang bisa saya informasikan kepada Anda adalah sekitar 80 persen -- beberapa mengatakan 90 persen -- tepatnya, kami tidak memiliki data pasti dan data yang akurat, sekitar 80-90 persen teroris yang ada di lapangan adalah anggota Al-Qaeda dan jaringannya," sebutnya merujuk kelompok pemberontak yang gencar melawannya.

Assad meyakini bahwa pada awal-awal pemberontakan, tahun 2011, memang banyak dilakukan pemberontak Suriah yang bukan pelaku jihad. Namun semenjak akhir tahun 2012, akibat adanya pendanaan dan pengaruh asing, kelompok ekstremis menjadi mayoritas.

Menurutnya, sebanyak puluhan ribu warga Suriah dan sekitar 15 ribu tentara pemerintah tewas dalam serangan yang didalangi para ekstremis tersebut.

Dalam wawancara ini, Assad kembali menegaskan bahwa serangan kimia yang menewaskan ratusan orang pada 21 Agustus lalu bukan didalangi oleh pihaknya, melainkan kelompok pemberontak. Di sisi lain, negara-negara Barat dan juga sebagian negara Arab mengatakan ada bukti kuat bahwa serangan tersebut dilakukan oleh tentara Suriah.

(nvc/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads