"Material-material terkait diserahkan ke pihak Rusia. Kami diberi tahu bahwa itu bukti pemberontak terlihat dalam serangan kimia," kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (18/9/2013).
Hal tersebut disampaikan Ryabkov usai pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Muallem pada Selasa, 17 September malam waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Rusia telah berulang kali menyampaikan pernyataan bahwa serangan kimia di dekat Damaskus dilakukan oleh pemberontak Suriah. Tujuannya, untuk memicu intervensi militer asing terhadap rezim Presiden Bashar al-Assad.
Sementara Amerika Serikat, Inggris dan Prancis sangat yakin bahwa serangan kimia itu dilakukan pasukan pemerintah Suriah. Pemerintah Suriah sendiri bersikeras membantah melakukan serangan kimia tersebut. Rezim Assad pun menuding kelompok pemberontaklah yang bertanggung jawab atas serangan gas beracun sarin tersebut.
Ryabkov juga menyatakan, pemerintah Rusia kecewa akan laporan tim inspeksi PBB mengenai serangan kimia di Suriah, yang dirilis pekan ini. Disebutkan Ryabkov, laporan tersebut bias dan berat sebelah.
(ita/nrl)











































