Ini merupakan penangkapan terbaru yang dilakukan otoritas Mesir terhadap para pemimpin dan pejabat Ikhwanul Muslimin sejak penggulingan Morsi pada 3 Juli lalu. Surat perintah penahanan telah dikeluarkan bagi Gehad al-Haddad sejak beberapa waktu lalu.
Namun Haddad yang sangat aktif menggunakan jejaring sosial ini berhasil melarikan diri. Demikian seperti dilansir AFP, Rabu (18/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditangkap, Haddad tengah bersama tokoh senior organisasi Islam lainnya, termasuk mantan Gubernur Provinsi Qaliyubiya Hossam Abu Bakr.
Morsi dan sejumlah tokoh penting Ikhwanul Muslimin lainnya, termasuk pemimpin mereka Mohamed Badie masih dalam penahanan aparat setempat. Sejak penggulingan Morsi, lebih dari 2.000 anggota Ikhwanul Muslimin ditangkap oleh aparat Mesir.
Sebagian besar ditahan saat terlibat unjuk rasa besar-besaran menuntut pembebasan Morsi. Salah satunya saat unjuk rasa berdarah di Nasr City, yang berujung pada pembersihan pendukung Morsi yang berkemah di wilayah tersebut. Ratusan orang tewas dalam insiden tersebut.
Penahanan Haddad ini dilakukan setelah pengadilan Mesir memerintahkan pembekuan aset para pemimpin senior Ikhwanul Muslimin dan organisasi Islam lainnya. Mereka yang asetnya dibekukan antara lain pemimpin utama Ikhwanul Muslimin Mohamed Badie, dua wakilnya Khairat al-Shater dan Rashad Bayoumi, beserta pemimpin Salafist Hazem Abu Ismail dan pendakwa Safwat Higazi.
Kelima tokoh tersebut dijerat dakwaan penghasutan pembunuhan para demonstran yang menentang Morsi.
(nvc/ita)











































