Seperti dilansir AFP, Rabu (18/9/2013), kerusuhan terjadi di Penjara Sabaneta, Maracaibo, Venezuela, pada Senin (16/9) waktu setempat. Direktur Pengawasan Penjara Humeberto Prado menjelaskan temuannya.
"Kami tiba di tempat kejadian perkara dan menemukan lima mayat, kemudian 11 mayat lagi," kata Prado.
Perselisihan geng dalam penjara menjadi musababnya. Namun Menteri Penjara Iris Varela menyatakan tragedi ini lebih dilatarbelakangi oleh maraknya aksi kekerasan di dalam penjara.
"Ini karena aksi kekerasan," ucap Varela.
Para korban ditemukan tewas di area yang berbeda-beda di dalam penjara. Sebagian dari mayat-mayat itu tewas dengan kepala terpenggal dengan kondisi mengenaskan.
Penjara tersebut memang mengalami kelebihan kapasitas. Terdapat 3.700 narapidana dalam penjara, padahal kapasitasnya hanya 750 orang.
Pengawas Penjara Venezuela menyatakan sebanyak 591 narapidana tewas dan 1.132 mengalami luka-luka di 34 penjara Venezuela dalam kurun waktu setahun terakhir.
(dnu/)











































