Banjir Colorado AS Tewaskan 7 Orang, 600 Orang Hilang

Banjir Colorado AS Tewaskan 7 Orang, 600 Orang Hilang

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 17 Sep 2013 11:10 WIB
Banjir Colorado AS Tewaskan 7 Orang, 600 Orang Hilang
Foto: AFP
Colorado, - Korban jiwa terus bertambah akibat banjir besar yang melanda negara bagian Colorado, Amerika Serikat. Sejauh ini sudah tujuh orang yang tewas, sementara lebih dari 600 orang lainnya hingga kini belum ditemukan.

Helikopter-helikopter terus melanjutkan misi pencarian dan penyelamatan korban. Banjir yang disebabkan hujan deras yang turun berhari-hari ini, telah menyebabkan lebih dari 1.500 rumah hancur dan lebih dari 17.000 rumah rusak.

Lima tim dari Badan Manajemen Darurat Federal, FEMA membantu para petugas lokal dan negara bagian untuk mencoba menjangkau ratusan warga yang terjebak banjir, yang terpusat di Boulder County, sebelah utara Denver.

Sebelumnya pada Minggu, 15 September waktu setempat, hujan lebat menyebabkan sejumlah helikopter tak bisa dikerahkan untuk melakukan misi pencarian korban.

Namun pada Senin, 16 September waktu setempat, langit sangat cerah sehingga 21 helikopter bisa dikerahkan.

"Kami berharap untuk memanfaatkan cuaca hari ini dan menyelesaikan operasi penyelamatan," kata juru bicara Divisi Keamanan Dalam Negeri dan Manajemen Darurat Colorado, Micki Trost seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (17/9/2013).

Secara keseluruhan, tujuh orang tewas dalam bencana alam ini. Mereka terdiri dari tiga korban tewas di wilayah Boulder County yang paling parah diterjang banjir ini, dua korban jiwa di wilayah El Paso County dan dua orang di wilayah Larimer County yang hilang namun kini dinyatakan tewas.

Menurut Kantor Manajemen Darurat Colorado, COEM, jumlah orang yang hingga kini belum ditemukan mencapai 658 orang. Namun disampaikan, angka tersebut merupakan perkiraan dan bisa berubah, seiring tim penyelamat masih terus berupaya menjangkau tempat-tempat lainnya.

Menurut COEM, sebanyak 11.700 orang telah berhasil dievakuasi. Banjir ini menyebabkan 17.994 rumah warga telah rusak dan 1.502 rumah hancur total.

(ita/nrl)


Berita Terkait