Wanita bernama Asha Devi itu masih ingat benar bagaimana putrinya menderita selama 13 hari di rumah sakit menyusul pemerkosaan brutal yang dialaminya. Pemerkosaan itu terjadi di dalam bus yang melaju di New Delhi pada 16 Desember 2012 lalu.
Saat mendampingi putrinya di rumah sakit di Singapura, Asha (46) berjanji kepada anaknya yang berumur 23 tahun itu bahwa keadilan akan ditegakkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kata-kata tak bisa melukiskan kengerian itu. Dia menangis tiap kali dia membicarakannya. Saya tak akan pernah melupakan bagaimana brutalnya mereka," tutur wanita itu.
"Saya ingat saya mencoba memberinya makan. Tapi dia sangat kesakitan sampai-sampai dia tak bisa makan meski hanya sesendok," imbuhnya.
Sebelumnya, dalam persidangan yang digelar Rabu, 11 September lalu, Hakim Yogesh Khanna menyatakan keempat terdakwa bersalah atas pembunuhan "berdarah dingin terhadap seorang korban yang tak berdaya".
Para pengacara keempat terdakwa pun meminta Hakim Khanna untuk melawan "tekanan politis" dan menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup, bukannya hukuman mati. Alasannya, para klien mereka masih muda karena masih berumur 20-an tahun. Keempat terdakwa tersebut adalah Akshay Thakur, Pawan Gupta, Vinay Sharma dan Mukesh Singh.
Pemerkosaan brutal itu terjadi di atas sebuah bus yang melaju di New Delhi, India pada 16 Desember 2012 lalu. Selain diperkosa secara bergiliran, korban juga dianiaya dengan batang besi. Setelah itu, mahasiswi berumur 23 tahun itu dilempar ke jalan dari atas bus. Korban sempat dirawat di rumah sakit sebelum akhirnya meninggal karena luka-luka parah yang dideritanya.
(ita/nwk)











































