Seperti dilansir AFP, Senin (16/9/2013), si tersangka yang digambarkan polisi mengalami gangguan emosional, berlarian di jalanan Manhattan yang selalu ramai dan merupakan salah satu daya tarik wisatawan di New York. Pelaku berusia 35 tahun ini jelas-jelas menganggu lalu lintas di kawasan tersebut pada Sabtu (14/9) malam waktu setempat.
Disebutkan bahwa pelaku berusaha menabrakkan diri ke salah satu mobil yang melintas di jalanan Manhattan. Polisi berusaha menangkapnya di tengah arus lalu lintas yang ramai.
"Pria ini menghindari petugas (yang mengejarnya), dan ketika petugas tambahan tiba di lokasi kejadian, pria ini memasukkan tangannya ke dalam kantong dan kemudian mengeluarkannya kembali, lalu memperagakan seolah-olah hendak menembakkan pistol ke polisi," demikian pernyataan kepolisian setempat.
Melihat aksi ini, salah satu petugas terlanjut melepaskan tembakan ke pelaku, namun meleset. Petugas kembali melepaskan dua kali tembakan dan kembali meleset.
Peluru tersebut justru mengenai dua orang pejalan kaki yang ada di dekat lokasi kejadian. Seorang wanita berusia 54 tahun mengalami luka tembak di bagian lutut dan seorang wanita lainnya berusia 35 tahun terserempet peluru di bagian pantat.
Untungnya, beberapa saat kemudian si tersangka berhasil ditangkap petugas setelah dilumpuhkan dengan taser atau alat kejut listrik.
(nvc/rvk)











































