Insiden itu terjadi pada Jumat, 13 September waktu setempat. Saat itu, ribuan aktivis Ikhwanul Muslimin dan para pendukung Morsi melancarkan berbagai aksi demo di sejumlah wilayah Mesir.
Aksi-aksi itu digelar usai salat Jumat. Mereka terus memprotes militer Mesir yang menggulingkan Morsi pada Juli lalu. Demikian seperti diberitakan News.com.au, Sabtu (14/9/2013).
Aksi demo itu digelar sehari setelah pemerintah interim Mesir memperpanjang keadaan darurat di negeri itu hingga dua bulan mendatang.
Dalam aksinya, para demonstran menuntut agar Morsi dikembalikan ke posisinya sebagai presiden. Massa juga menyerukan pembebasan para aktivis Ikhwanul yang ditahan polisi.
Para demonstran juga meneriakkan slogan-slogan kecaman terhadap pemimpin militer Jenderal Abdel Fattah al-Sisi, yang menggulingkan Morsi pada 3 Julil lalu. "Abdel Fattah penjagal!" seru sebagian demonstran di Kairo.
Dalam salah satu aksi demo yang digelar di kota Alexandria, ratusan demonstran pro-Morsi bentrok dengan para demonstran anti-Morsi. Bentrokan itu menyebabkan satu orang tewas dan enam orang lainnya terluka.
(ita/ita)











































