Dikritik Putin, AS Ejek Rusia Soal HAM dan Kebebasan Berekspresi

Dikritik Putin, AS Ejek Rusia Soal HAM dan Kebebasan Berekspresi

- detikNews
Jumat, 13 Sep 2013 16:03 WIB
Dikritik Putin, AS Ejek Rusia Soal HAM dan Kebebasan Berekspresi
Vladimir Putin (AFP)
Washington, - Presiden Rusia Vladimir Putin terang-terangan mengkritik pemerintah Amerika Serikat lewat kolom opini di media terkenal AS, New York Times. Gedung Putih pun balik mengejek pemerintah Rusia.

Ditegaskan juru bicara Gedung Putih, Jay Carney, Washington merupakan pendukung HAM dan kebebasan berbicara, berbeda halnya dengan Rusia.

Dalam kolom opini yang dimuat Rabu, 11 September waktu setempat, Putin menegaskan bahwa pemberontak Suriahlah yang melakukan serangan kimia di dekat Damaskus pada 21 Agustus lalu. Tujuannya, untuk memicu intervensi militer asing yang akan menguntungkan mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Putin juga mengkritik pernyataan Presiden AS Barack Obama dalam pidatonya tentang Suriah, awal pekan ini. Dalam pidatonya, Obama membanggakan tentang keistimewaan Amerika.

"Saya agak tidak setuju dengan hal yang disampaikannya soal keistimewaan Amerika, mengatakan bahwa kebijakan AS adalah apa yang membuat Amerika berbeda. Itu membuat kami berbeda. Sangat berbahaya untuk mendorong orang-orang memandang diri mereka berbeda, apapun motivasinya," cetus Putin.

Carney pun mengomentari pernyataan Putin itu. Menurutnya, seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (13/9/2013), pemerintah AS tidak terkejut dengan komentar Putin.

"Namun faktanya, Rusia menawarkan perbedaan mencolok yang menunjukkan mengapa Amerika istimewa," tutur Carney.

"Tidak seperti Rusia, AS mendukung nilai-nilai demokrasi dan HAM di negara kami dan seluruh dunia, dan kami yakin bahwa keamanan global kami meningkat ketika anak-anak tak bisa diserang gas hingga tewas oleh seorang diktator," kata Carney.

Carney pun menyebut adanya ironi besar dalam penerbitan opini terbuka Putin di media AS itu. "Itu mencerminkan tradisi yang sangat berbeda di negeri ini mengenai kebebasan berekspresi," tuturnya.

"Dan itu bukan tradisi yang berlaku di Rusia, oleh Rusia, dan faktanya, kebebasan berekspresi (di Rusia) telah mengalami penurunan selama kurang lebih 12 tahun terakhir," sindir Carney.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads