Hal ini disampaikan pemerintah Prancis setelah pertemuan antara Presiden Francois Hollande dan para menteri serta pejabat-pejabat militer seniornya.
"Prancis akan tetap, dalam kontak permanen dengan mitra-mitranya, memobilisasi untuk menghukum penggunaan senjata kimia oleh rezim Suriah dan mencegah mereka menggunakannya lagi," demikian statemen kantor kepresidenan Hollande seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (11/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Presiden Republik ini menekankan tekad Prancis untuk mengeksplorasi semua kesempatan di Dewan Keamanan PBB guna memungkinkan, secepat mungkin, pengendalian senjata kimia yang ada di Suriah secara efektif," demikian disampaikan.
Spekulasi serangan militer terhadap rezim Suriah kian gencar setelah oposisi Suriah menuding pasukan Suriah melancarkan serangan kimia pada 21 Agustus lalu. Serangan itu menurut oposisi, menewaskan lebih dari 1.300 orang.
Pemerintahan Presiden Bashar al-Assad berulang kali membantah tudingan itu. Rezim Suriah bahkan menuding kelompok pemberontaklah yang melakukan serangan kimia itu. Tujuannya, untuk memicu serangan militer internasional terhadap rezim Assad.
(ita/nrl)











































