Pejabat-pejabat keamanan Mesir mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (11/9/2013), belasan tentara lainnya luka-luka dalam serangan bom yang terjadi beruntun tersebut. Beberapa orang di antaranya saat ini dalam kondisi kritis.
Disebutkan bahwa empat tentara tewas dan 13 orang lainnya luka-luka dalam ledakan bom yang pertama. Sementara seorang tentara tewas dan enam lainnya luka-luka dalam serangan bom yang kedua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saksi-saksi mata mengatakan, ledakan hebat itu menghancurkan kaca-kaca jendela bangunan-bangunan lainnya di kawasan Imam Ali, Rafah tempat gedung militer itu berlokasi.
Beberapa menit kemudian, ledakan bom kedua menghantam sebuah pos pemeriksaan militer di dekatnya.
Serangan-serangan bom ini terjadi setelah sebuah kelompok yang terinspirasi Al-Qaeda mengklaim pengeboman di Kairo, Mesir pekan lalu. Ledakan bom yang menargetkan Menteri Dalam Negeri Mesir Mohammed Ibrahim itu nyaris mengenai sang menteri.
Kelompok yang menamakan dirinya Ansar Beit al-Maqdis tersebut, bertekad akan melakukan serangan-serangan lainnya. Dalam pernyataannya, kelompok itu menyalahkan Ibrahim dan kepala militer Jenderal Abdel Fattah al-Sisi atas kematian ratusan pendukung Morsi.
(ita/nrl)











































