Seorang pejabat keamanan Mesir mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (11/9/2013), ledakan besar menargetkan markas besar intelijen militer di kota Rafah di perbatasan dengan Jalur Gaza.
Saksi-saksi mata mengatakan, ledakan hebat itu menghancurkan kaca-kaca jendela bangunan-bangunan lainnya di kawasan Imam Ali, Rafah tempat gedung militer itu berlokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan-serangan bom ini terjadi setelah sebuah kelompok yang terinspirasi Al-Qaeda mengklaim pengeboman di Kairo, Mesir pekan lalu. Ledakan bom yang menargetkan Menteri Dalam Negeri Mesir Mohammed Ibrahim itu nyaris mengenai sang menteri.
Kelompok yang menamakan dirinya Ansar Beit al-Maqdis tersebut, bertekad akan melakukan serangan-serangan lainnya. Dalam pernyataannya, kelompok itu menyalahkan Ibrahim dan kepala militer Jenderal Abdel Fattah al-Sisi atas kematian ratusan pendukung Morsi.
Militer Mesir sejak beberapa waktu lalu, telah mengerahkan tentara-tentara dan kendaraan lapis baja ke Sinai untuk menghancurkan perlawanan di wilayah itu. Aksi-aksi perlawanan tersebut muncurl setelah militer menggulingkan Presiden Mohamed Morsi pada 3 Juli lalu.
(ita/nrl)











































