Suriah Tanda Tangani 'Kontrak Besar' dengan Iran

Suriah Tanda Tangani 'Kontrak Besar' dengan Iran

- detikNews
Rabu, 11 Sep 2013 12:20 WIB
Suriah Tanda Tangani Kontrak Besar dengan Iran
Bashar al-Assad (EPA)
Damaskus - Suriah menandatangani 'kontrak besar' dengan sekutu utamanya, Iran. Kontrak ini disebut-sebut berkaitan dengan bantuan pangan dan suplai medis.

Tenggelam dalam konflik yang berkepanjangan, rezim Presiden Bashar al-Assad pun mengalami krisis keuangan. Konflik yang berlangsung selama 30 bulan terakhir di Suriah, dilaporkan telah menewaskan lebih dari 110 ribu orang.

"Pemerintah (Suriah) menandatangani kontrak besar dengan Iran, untuk memberikan pasar Suriah seluruh kebutuhan pangan, obat-obatan dan berbagai suplai lainnya," demikian pernyataan kantor berita resmi Suriah, SANA seperti dilansir AFP, Rabu (11/9/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara terpisah, seorang sumber dari pemerintahan Suriah membenarkan adanya penandatangan kontrak tersebut. "Kontrak yang ditandatangani minggu lalu bertujuan untuk membanjiri pasar Suriah dengan segala macam barang agar rakyat tidak mengalami kekurangan," terang sumber tersebut.

Selain kontrak ini, otoritas Iran telah mengucurkan bantuan finansial kepada Suriah sebanyak dua kali. Pada Mei lalu senilai US$ 4 miliar dan pada Juli lalu sebesar US$ 3,6 miliar.

Bantuan keuangan Iran kepada rezim Presiden Assad ini diberikan karena kondisi Suriah yang tengah berjuang menghadapi sanksi internasional atas konflik yang tak berkesudahan di wilayahnya.

Iran selama ini memang dikenal sebagai sekutu dekat Assad. Di saat AS gencar menyerukan rencana aksi militer ke negara Arab ini, Iran dengan terang-terangan menyatakan kecamannya terhadap AS.

Bahkan Iran dengan keras memperingatkan AS bahwa serangan ke Suriah hanya akan memicu serangan terhadap rezim Israel. "Rezim Zionis (Israel) akan diserang oleh pihak-pihak tertentu termasuk kelompok-kelompok teroris yang telah melakukan aktivitas di Suriah dalam tahun-tahun terakhir," kata Wakil Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian seperti dilansir media Press TV.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads