Tenggelam dalam konflik yang berkepanjangan, rezim Presiden Bashar al-Assad pun mengalami krisis keuangan. Konflik yang berlangsung selama 30 bulan terakhir di Suriah, dilaporkan telah menewaskan lebih dari 110 ribu orang.
"Pemerintah (Suriah) menandatangani kontrak besar dengan Iran, untuk memberikan pasar Suriah seluruh kebutuhan pangan, obat-obatan dan berbagai suplai lainnya," demikian pernyataan kantor berita resmi Suriah, SANA seperti dilansir AFP, Rabu (11/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain kontrak ini, otoritas Iran telah mengucurkan bantuan finansial kepada Suriah sebanyak dua kali. Pada Mei lalu senilai US$ 4 miliar dan pada Juli lalu sebesar US$ 3,6 miliar.
Bantuan keuangan Iran kepada rezim Presiden Assad ini diberikan karena kondisi Suriah yang tengah berjuang menghadapi sanksi internasional atas konflik yang tak berkesudahan di wilayahnya.
Iran selama ini memang dikenal sebagai sekutu dekat Assad. Di saat AS gencar menyerukan rencana aksi militer ke negara Arab ini, Iran dengan terang-terangan menyatakan kecamannya terhadap AS.
Bahkan Iran dengan keras memperingatkan AS bahwa serangan ke Suriah hanya akan memicu serangan terhadap rezim Israel. "Rezim Zionis (Israel) akan diserang oleh pihak-pihak tertentu termasuk kelompok-kelompok teroris yang telah melakukan aktivitas di Suriah dalam tahun-tahun terakhir," kata Wakil Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian seperti dilansir media Press TV.
(nvc/ita)











































