Aparat keamanan setempat, seperti dilansir AFP, Selasa (10/9/2013), menyebutkan, bentrokan antara tentara Mesir dengan pendukung presiden terguling Mohamed Morsi terjadi di kota Bir al-Abed. Sedikitnya dua orang tewas dan 10 orang lainnya, termasuk seorang tentara mengalami luka-luka dalam bentrokan ini.
Dalam insiden terpisah, seorang tentara Mesir tewas dan dua tentara lainnya luka-luka akibat serangan granat roket di sebuah pos keamanan setempat. Serangan ini terjadi di jalanan menuju bandara dekat kota El-Arish.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa minggu terakhir, militer Mesir menempatkan personelnya di wilayah Sinai untuk memberantas para militan yang kerap memicu teror. Dalam beberapa hari terakhir, militer Mesir bahkan melancarkan serangan udara terhadap lokasi-lokasi yang diyakini menjadi persembunyian kelompok militan tersebut.
Militer Mesir menggambarkan operasi serangan tersebut sebagai operasi militer terbesar yang pernah dilakukan untuk memberantas terorisme di Sinai.
Pasca lengsernya Presiden Mohamed Morsi pada 3 Juli lalu, pergerakan militan di Sinai semakin meningkat. Mereka tak segan melancarkan serangan membabi-buta, yang sebagian besar ditargetkan bagi tentara maupun polisi Mesir.
(nvc/ita)











































