Pemuda berumur 22 tahun itu tewas setelah terkena tembakan gas air mata dalam bentrokan antara polisi dan demonstran. Insiden itu terjadi di kota Antakya, dekat perbatasan Suriah. Demikian diberitakan kantor berita Dogan seperti dilansir AFP, Selasa (10/9/2013).
Bentrokan juga terjadi di Istanbul, saat polisi menembakkan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan para demonstran. Para demonstran sebagian besar adalah anggota kelompok-kelompok sayap kiri. Mereka melemparkan batu-batu dan bom molotov ke arah polisi.
Aksi demo ini digelar terkait Berkin Elvan, seorang remaja yang pada Juni lalu di Istanbul, terkena tembakan gas air mata di bagian kepala. Saat itu, Elvan pergi keluar rumah untuk membeli roti saat aksi-aksi demo antipemerintah melanda kota tersebut. Aksi-aksi demo itu digelar untuk mendesak pengunduran diri Perdana Menteri Recept Tayyip Erdogan.
(ita/nrl)











































