"Aksi militer berisiko mengobarkan perang regional," kata Duta Besar Iran untuk UNHCR, Mohsen Naziri Asl seperti dilansir Press TV, Selasa (10/9/2013).
"Satu-satunya jalan keluar dari situasi ini adalah negosiasi segera untuk mengakhiri konflik," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintahan Presiden Bashar al-Assad berulang kali membantah tudingan itu. Rezim Suriah bahkan menuding kelompok pemberontaklah yang melakukan serangan kimia itu. Tujuannya, untuk memicu serangan militer internasional terhadap rezim Assad.
Senada dengan Iran, pemerintah Rusia juga menentang keras rencana aksi militer Amerika Serikat ke Suriah. Rusia mengingatkan, serangan militer itu berisiko menimbulkan "ledakan terorisme" di wilayah tersebut.
(ita/nrl)











































