Jadi PM Australia Baru, Tony Abbott Dihadang Berbagai Persoalan

Jadi PM Australia Baru, Tony Abbott Dihadang Berbagai Persoalan

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 09 Sep 2013 16:48 WIB
Jadi PM Australia Baru, Tony Abbott Dihadang Berbagai Persoalan
Tony Abbott (spectator.co.uk)
Canberra - Perdana Menteri Australia terpilih, Tony Abbott memulai masa jabatannya pada Senin (9/9) ini. Di masa awal menjabat ini, PM Abbott sudah dihadapkan pada berbagai persoalan, mulai dari parlemen hingga pencari suaka yang harus diselesaikannya.

Pemimpin Partai Liberal Australia yang mengakhiri dominasi Partai Buruh selama 6 tahun terakhir di Australia ini, berjanji akan melakukan pendekatan yang stabil namun terus-menerus dalam menangani persoalan yang ada.

"Fokus saya adalah pada tujuan, dengan metode, tenang dan teliti," ucap Abbott kepada Fairfax Radio dan dilansir AFP, Senin (9/9/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masalah pertama yang dihadapi Abbott adalah para pencari suaka. Pada Senin (9/9) ini saja sudah ada dua kapal yang membawa 145 penumpang masuk ke wilayah Australia. Salah satu kapal tersebut bahkan dua jurnalis asing yang dilaporkan bekerja untuk media Amerika Serikat.

Abbott sendiri telah bersumpah untuk memulangkan kapal-kapal pencari suaka ke Indonesia, tempat mereka berasal, semenjak dia menjabat. Namun demikian, dia menyatakan menunggu situasi lebih tenang sebelum menjalankan agendanya tersebut.

Masalah kedua ada pada tubuh parlemen, terutama Senat Australia. Sebab, koalisi Liberal/National yang dipimpin Abbott baru berhasil meraih mayoritas dalam tubuh House of Representative atau semacam DPR.

Sedangkan untuk tubuh Senat belum jelas. Untuk menggalang dominasi dalam Senat, Abbott harus merangkul 7 kandidat dari partai minoritas. Hal ini agar setiap rancangan undang-undang yang diajukan ke Senat berpeluang besar untuk diloloskan.

Masalah-masalah lainnya seperti masalah polusi, pajak pertambahan, pemotongan pajak dan sebagainya. Abbott pernah berjanji akan mengatasi persoalan tersebut satu per satu.

Abbott dijadwalkan akan dilantik secara resmi sebagai PM Australia pada pekan depan. Sejauh ini, pria berusia 55 tahun ini sudah mulai menyusun kabinetnya.

Dia menunjuk politikus senior Julie Bishop sebagai Menteri Luar Negeri, kemudian menunjuk Joe Hockey sebagai Menteri Keuangan. Juga menunjuk Warren Truss yang merupakan pemimpin Partai Nasional Australia sebagai Wakil Perdana Menteri.

Dalam pemilu yang digelar Sabtu (7/9), koalisi Liberal/National yang dipimpin Abbott berhasil mengakhiri kekuasaan Partai Buruh selama 6 tahun terakhir. Menurut Komisi Pemilihan Umum Australia, koalisi Liberal/National memperoleh 88 kursi, sedangkan Partai Buruh memperoleh 57 kursi dari total 150 kursi parlemen.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads