"Presiden meminta saya untuk menyampaikan terima kasihnya pada Putin atas sikapnya selama dan setelah KTT G20 di Saint Petersburg pekan lalu," kata Muallem dalam pertemuan dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (9/9/2013).
Lavrov pun meyakinkan Muallem bahwa posisi Moskow soal Suriah telah "sangat diketahui dan tak akan berubah".
Pemerintah Rusia telah berulang kali menentang keras rencana aksi militer Amerika Serikat terhadap rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad. Diingatkan bahwa serangan militer itu bisa mendestabilisasi keseluruhan wilayah Timur Tengah. Bahkan saat KTT G20, Putin bertekad akan membantu Suriah jika jadi diserang AS dan sekutu.
Spekulasi serangan militer terhadap rezim Suriah kian gencar setelah oposisi Suriah menuding pasukan Assad melancarkan serangan kimia pada 21 Agustus lalu. Serangan itu menurut oposisi, menewaskan lebih dari 1.300 orang.
Pemerintah Assad berulang kali membantah tudingan itu. Rezim Suriah bahkan menuding kelompok pemberontaklah yang melakukan serangan kimia itu. Tujuannya, untuk memicu serangan militer internasional terhadap rezim Assad.
(ita/nrl)











































