Negara-negara anggota Uni Eropa akan menggelar pertemuan di Lithuania untuk membahas sejumlah isu dalam tubuh Uni Eropa. Menlu Kerry dijadwalkan ikut hadir dalam pertemuan tersebut. Demikian seperti dilansir AFP, Sabtu (7/9/2013).
Hingga saat ni, baru Prancis yang menyatakan kesediaannya ikut serta dalam aksi militer di Suriah. Sedangkan Inggris yang merupakan sekutu dekat AS, menyatakan tidak akan ikut bergabung karena parlemen menolak aksi militer tersebut. Meskipun Perdana Menteri David Cameron terang-terangan menyatakan dukungannya bagi AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, dunia masih menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan tim PBB terkait laporan serangan kimia di Damaskus yang menewaskan ratusan orang, pada bulan Agustus lalu. Bahkan Jerman mendorong PBB untuk mempublikasikan hasil pemeriksaan tersebut sesegera mungkin.
Hal ini, menurut Menlu Jerman Guido Westerwelle, perlu untuk membantu negara-negara kawasan Eropa dalam menentukan sikap. Tak jauh berbeda, Menlu Swedia Carl Bildt juga menyebut hasil pemeriksaan PBB penting untuk diperhatikan karena merupakan satu-satunya sumber yang valid soal Suriah.
Sementara itu, dari Lithuania, Menlu Kerry akan terbang ke Paris untuk bertemu dengan pejabat pemerintahan Prancis. Kemudian dia akan bertemu dengan pemimpin negara-negara Liga Arab pada Minggu (8/9) khusus untuk membahas Suriah serta perkembangan perundingan damai Israel-Palestina. Pada Minggu (8/9) malam, Menlu Kerry bertolak ke London untuk bertemu Presiden Palestina Mahmoud Abbas, sebelum akhirnya pulang ke AS pada Senin (9/9).
(nvc/gah)










































